NEOLIBERAL = KAPITALIS PEMERAS RAKYAT

Masalah klasik negara ini yang mulai terangkat pada tahun 1998 kepermukaan publik ternyata tidak selesai hingga saat ini, malahan menjadi semakin rumit dan memburuk secara signifikan. Hutang negara baik hutang luar negeri maupun permasalahan keuangan dalam negeri yang bernama kredit macet. Kredir macet ini berawal dari dana yang dikucurkan dalam rangka bantuan likuiditas bank Indonesia ke beberapa bank yang mengalami krisis.

Himpitan masalah keuangan negeri ini merupakan tekanan hutang dari luar negeri dan longgarnya pelaksanaan hukum dalam penarikan dan penyelesaian kredit macet yang melahirkan berbagai persoalan. Imbasnya bukan hanya pemerintah yang kewalahan menangani himpitan ini tetapi rakyat juga menjadi korban, dan lebih mirisnya lagi kebanyakan korbannya adalah rakyat menengah kebawah. Rupiah akan menurun nilainya, krisis akan berulang kembali, harga bahan pokok akan melambung tinggi dan rakyatlah yang menderita.

Dalam 40 tahun terakhir (1969 – 2008). Indonesia menarik hutang luar negeri sebesar 125 miliar dollar AS dan melakukan pembayaran 166 miliar dollar AS. Meski pembayaran sudah jauh melebihi penambahan hutang baru, faktanya, pada kurun waktu yang sama, jumlah kumulatif hutang luar negeri Indonesia justru terus meningkat dari 2 miliar dollar AS menjadi 86 miliar AS (koran jakarta 11/5/2011).

Penambahan jumlah kumulatif hutang Indonesia telah membuktikan bahwa persoalan hutang ini membuat pemerintah kewalahan dan lagi – lagi rakyat kecil yang menerima imbasnya. Menurut ekonom universitas Indonesia, faisal Bahri, “pemerintah diharapkan mengambil kebijakan moratorium hutang alias penundaan pembayaran hutang selama 5 tahun. Indonesia saat ini memiliki hutang yang besar dan membuat rakyat tidak makmur” .(idem) jumlah kumulatif hutang Indonesia setiap tahunnya terus bertambah, pertahun naik 100 persen. Berdasarkan data Bappenas, hutang luar negeri Indonesia kategori komersial berada dikisaran 0 – 5 miliar dollar AS dan naik secara signifikan pada tahun 2010 menjadi kisaran 75 – 80 miliar dollar AS. Kenaikan tersebut juga menandakan bahwa selama ini pembangunan yang dilakukan di Indonesia bersandar pada hutang luar negeri. Moratorium yang ditawarkan sebagai solusi bukanlah menyelesaikan masalah ini (red. hutang) secara total hanya memberikan jawaban atau penyelesaian masalah secara parsial.

Moratorium ini ditawarkan karena akan menunda tekanan untuk menghapus subsidi BBM tahun ini agar tekanannya tidak signifikan lagi. Setelah moratorium dilakukan maka masalah ini akan terus berulang kembali. Tekanan hutang terus mendesak karena selain membayar hutang Indonesia harus membayar bunga dari lembaga yang memberi hutang.

Masalah pokok dari permasalahan hutang ini terletak pada sistem perekonomian yang diterapkan pemerintah. Pemerintah saat ini menggunakan teori ekonomi neoliberalis yang secara harfiah merupakan anaknya kapitalis. Sistem ekonomi tersebut membebaskan kepemilikan pribadi tanpa batas dan tidak memandang apakah yang dimiliki individu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak atau tidak. Saat ini negara menerapkan cara ini. Minyak bumi Indonesia dikuasai asing, air Indonesia dipegang swasta dan beberapa adalah perusahaan asing. Padahal Muhammad Rasulullah SAW melarang privatisasi benda – benda yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Said berkata telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Khirasy bin hausyab Asy Syaibani dari Al Awwam bin Hausyab dari Mujjahid dari ibnu Abbas ia berkata “Rasulullah SAW bersabda ‘Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal air, rumput, dan api. Dan harganya adalah haram’ Abu sa’id berkata ‘yang dimaksud adalah air yang mengalir”.

At Tabrizi di dalam kitabnya Miskat Al Mashabih menyatakan bahwa hadis yang diriwayatkan ibnu Majah di atas adalah shahih. Air dalam hadis di atas adalah air yang mengalir yang dimanfaatkan untuk keperluan orang banyak seperti sungai, danau, dll bukan sumur pribadi. Rumput adalah makanan pokok seperti gandum, padi, dll. Sedangkan api seperti BBM, listrik dan bahan bakar yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dan benda-benda itu tidak boleh diprivatisasi seperti yang telah terjadi di negeri ini.

Melihat fakta privatisasi di negeri sudahlah jelas bahwa sistem neoliberalis sama saja dengan sistem kapitalis yang bertentangan dengan perkataan Rasulullah pada hadis riwayat Ibnu majah diatas. Neoliberal ini juga yang memberikan para pengusaha dengan leluasa mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan negeri ini sampai-sampai negara yang kaya sumberdaya alam ini tidak dapat melunasi semua hutangnya melalui kekayaannya bahkan rakyatnya miskin di dalam negeri yang kaya.

Kaum Muslimin Rahimakulullah

Sistem yang sedang diterapkan sekarang sudah menunjukkan bahwa dirinya (red. Sistem neoliberal) bertentangan dengan Hadis Shahih Rasulullah SAW dan Islam, sehingga tidak pantaslah sistem tersebut dipertahankan karena memeras rakyat miskin secara tidak langsung. Dalam syari’at Islam hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai negara dan tidak akan pernah diprivatisasi, bahkan diberikan dengan harga murah, dan bayaran murah itu bukan untuk mengambil keuntungan melainkan untuk pengelolaan alat-alat yang dipergunakan untuk mengeksploitasi hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut. Sehingga hutang-hutang negara dapat dilunasi secara menyeluruh tanpa harus memeras rakyat.

Masa yang menjepit sekarang ini adalah masa yang tepat untuk kembali menerapkan hukum – hukum yang berada dalam Al Qur’an dan hadis dan menerapkan Islam secara keseluruhan sebagaimana firman Allah SWT “wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu” (QS. Al Baqarah. 2: 208)

Masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh adalah menerapkan semua hukum – hukum yang ada dalam Al Qur’an dan hadis baik untuk individu seperti aqidah, maupun jema’ah hudud, perekonomian, pemerintahan. Dan masih banyak lagi. Dan Allah juga telah berjanji “dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa pasti kami akan melimpahkan kepada mereka bekah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat – ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan (QS. Al ‘Araf. 7: 96)

Sistem yang menghalalkan privatisasi hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah sistem yang mendustakan hadis nabi. Maka sebuah keniscayaan bahkan kewajiban agar umat muslim menerapkan sistem Syari’at Islam yang melindungi semua umat baik muslim maupun non muslim dalam dalam penerapannya dan bukan menerapkan sistem demokrasi sekuler.

About frmui

FRM UI merupakan unit pelaksana kegiatan DKM Masjid UI yang dilaksanakan oleh mahasiswa UI. FRM UI memiliki tagline perjuangan, yaitu "Bersama Membangun Kehidupan Islam". Semoga Allah merahmati para pejuang yang menolong agama-Nya dan bersusah payah berjuang demi penegakan kalimatul haq di bumi ini.

Posted on Mei 16, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. [HANYA KOMENTAR CURHAT DARI SEORANG PENGEMBARA]
    Alhamdulillah…
    Pasukan iblis sukses menyesatkan masyarakat, Gembong FreeMason Yahudi dan anteknya berhasil menjajah lahir bathin negeri ini, krisis Inflasi harga kebutuhan pokok meningkat, Penyakit hubungan kelamin merajalela, Korupsi jamaah pejabat menanjak, Jual beli jabatan pemilu berlanjut, Pengurasan sumber daya alam berjalan, Kebodohan berbasis kemiskinan bertambah, dan masih banyak lagi yang semua itu berujung pada pemurtadan rakyat banyak.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat melihat dengan jelas kebobrokan sistem sekular jahiliyah yang selama ini telah kita terapkan dan kita tuhankan, karena kita telah membuang jauh-jauh sistem Islam kaffah ciptaan “Sang Maha Pencipta Sistem” dari kehidupan kita.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad berikut ini:
    Dari Abdullah bin Umar dia berkata,
    “Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda:
    “Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya;
    1. Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka.
    2. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim.
    3. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujan.
    4. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya.
    5. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan saling memerangi di antara mereka.””
    (HR Ibnu Majah nomor 4009, lafal baginya, dan riwayat Al-Bazar dan Al-Baihaqi, shahih lighoirihi menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib hadits nomor 1761).
    Sekarang manakah diantaranya yang belum terjadi? Masih belum cukup?
    Alhamdulillah…
    Selama generasi kita tidak memurikan tauhid dan tidak menerapkan sistem Islam kaffah (dalam khilafah), maka insyaAllah generasi penerus kita juga dapat langsung membuktikannya juga.
    Alhamdulillah…
    ________________
    “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 4:147)
    “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Q.S. 40:61)

  1. Ping-balik: Rendah, Kinerja SBY di Bidang Ekonomi | Forum Remaja Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: