ATURAN ISLAM DI BIDANG OLAHRAGA

Bangsa Indonesia dipusingkan dengan persoalan pengelolaan pelayanan olahraga oleh pemerintah. Pemberitaan ter-update di media, terkait kisruh di tubuh PSSI. Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tidak mengakui lagi kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid. Tindakan tersebut dianggap sebagai jalan tengah terbaik menuntaskan kemelut di tubuh organisasi tersebut (www.detiksport.com, 28/03/2011). Permasalahan lain yang timbul akibat kisruh perolahragaan di Indonesia ialah PT Kereta Api (PTKA) menderita kerugian sedikitnya Rp 247 juta terkait kerusakan sejumlah kereta api akibat ulah suporter tim sepak bola di Lamongan, Jawa Timur (www.bola.kompas.com, 26/1/2011). Kerusuhan sudah menjadi hal yang lumrah dalam sepak bola Indonesia. Tawuran antars uporter sepertinya menjadi bonus setelah menikmati pertandingan selama 90 menit, Bahkan, teror terhadap wasit dan ofisial berlangsung hingga pertandingan berakhir. Dalam lima bulan terakhir, kerusuhan suporter meledak di sejumlah tempat di Tanah Air, seperti Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, dan Makassar. Kekerasan suporter itu sudah di luar nalar dan akal sehat. Mereka pergi menonton sepak bola seperti akan berangkat tawuran, dengan membawa senjata tajam (www.bola.kompas.com, 22/3/2010). Bagaimana Islam menyikapi permasalahan tersebut?

Nabi SAW pernah menyatakan, bahwa ada dua nikmat yang dilupakan orang, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR Bukhari). Karena itu, Islam memberikan perhatian besar dan menghargai kesehatan manusia (QS al-Baqarah: 172). Di sisi lain, Islam melarang apa saja yang bisa melemahkan kesehatan, bahkan menghilangkannya (QS al-A’raf: 157). Untuk itu, Islam memerintahkan agar kita melakukan olahraga karena olahraga ini mempunyai manfaat besar terhadap kesehatan manusia.

Manfaat olahraga, antara lain: (1) melancarkan peredaran darah, dan ini akan menyebabkan tugas-tugas organ tubuh bisa berjalan lebih baik; (2) melindungi dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, tekanan darah dan diabetes; (3) meningkatkan kontrol emosi dan temperamen; (4) melejitkan potensi yang luar biasa; (5) menurunkan kadar darah kotor yang bisa menyebabkan tekanan kolesterol. Tak mengherankan Islam memberikan perhatian terhadap olahraga, di mana syariah Islam telah menyempurnakan kemaslahatan ini.

Perintah Olahraga

Tidak dapat dipungkiri, bahwa olahraga merupakan perkara yang penting dalam kehidupan manusia, khususnya menyangkut kesehatan. Bahkan, di dalam sebagian praktik ibadah kaum Muslim, seperti shalat, haji dan jihad, faktor kesehatan dan kebugaran tubuh menjadi pen-ting. Ibadahnya itu sendiri memberikan kontribusi terhadap kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

Jika kita mengkaji Sirah Nabi Muhammad SAW terbukti, bahwa baginda SAW telah melakukan beberapa bentuk olahraga dan menganjurkannya. Baginda pun telah mendiamkan para sahabat melakukan beberapa bentuk olahraga, antara lain:

1. Memanah dan Menombak: ‘Uqbah bin ‘Amir menyatakan, pernah mendengar Nabi bersabda, saat itu baginda berada di atas mimbar membaca ayat, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka apa saja kekuatan yang kalian persiapkan.” (QS al-Anfal: ) Nabi menyatakan, “Ingat, bahwa kekuatan tersebut adalah memanah. Ingat, bahwa kekuatan tersebut adalah memanah. Ingat, bahwa kekuatan tersebut adalah memanah.” (HR Muslim) Bahkan, belum pernah Nabi menjadikan kedua orang tuanya sebagai tebusan, kecuali untuk Sa’ad bin Abi Waqqash, karena panahannya dalam jihad, “Panahlah, demi bapak dan ibuku sebagai tebusan bagi Anda.” (HR Bukhari-Muslim).

2. Berenang: Ibn ‘Abbas berkata, Nabi SAW. dan para sahabat baginda pernah bere-nang di Ghadir. ‘Umar bin al-Khatthab, ketika menjadi khali-fah, pernah menulis surat kepada Abu ‘Ubaidah al-Jarrah, untuk mengajarkan berenang kepada anak-anak (HR Ahmad).

3. Naik kuda: ‘Umar bin al-Khatthab juga pernah menulis surat kepada para sahabatnya, ketika mereka di Azerbaijan, agar menunggangi kuda tanpa pe-gangan tangan, sehingga pe-nunggang kudanya dapat mera-sakan kenikmatannya. Inilah yang dilakukan oleh Nabi (HR ‘Abd ar-Razzaq).

4. Berlari: ‘Aisyah menu-turkan, bahwa beliau pernah berlomba lari dengan Nabi SAW pada saat bepergian (HR Abu Dawud). Ternyata, olah-raga ini bisa melancarkan peredaran darah.

5.Perang-perangan: ‘Ali bin Rukanah menuturkan, bah-wa Rukanah, ayahnya, pernah menantang Nabi, maka baginda pun melayaninya (HR Abu Da-wud).

6. Angkat berat: Suatu ketika Nabi berpapasan dengan suatu kaum, di mana mereka mengangkat batu. Mereka mengangkat yang lebih berat lagi, dan terus begitu. Nabi pun tidak mengingkari tindakan me-reka (HR al-Baihaqi).

7. Beladiri: Seperti karate, taekwondo, yudo dan kungfu adalah bentuk-bentuk olahraga beladiri. Tidak diragukan, bahwa olahraga beladiri ini perlu dipe-lajari untuk memperkuat fisik dalam rangka berjihad dan menjunjung kemuliaan Islam.

Olahraga-olahraga di atas diperintahkan oleh Nabi ber-dasarkan keumuman hadits, “Orang Mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai oleh Allah, ketimbang orang Mukmin yang lemah. Dalam semua hal itu baik, maka peliharalah apa yang bermanfaat bagimu. Berlindunglah kepada Allah, dan janganlah Anda menjadi lemah.” (HR Muslim dan Ibnu Majah). Nabi memuji orang Mukmin yang kuat, karena kekuatan mereka bisa digunakan untuk memuliakan Islam, yaitu berjihad di jalan Allah. Selain itu, juga bisa digunakan untuk melaksanakan ketaatan yang lain, seperti shalat, haji dan berdakwah.

Misi Negara dan Olahraga

Negara Khilafah adalah negara ideologi yang akan menerapkan Islam sebagai dasar negara dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Dengan begitu, misi Negara Khilafah adalah menyebarkan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad untuk membebaskan umat manusia dari penjajahan dan perhambasn kepada sesama manusia untuk menyembah Allah SWT. Melalui Negara Khilafah dengan misinya itu Islam akan menjadi pemimpin ideologi dunia. Maka, kemuliaan Islam menjadi kebanggan umat Islam, bahkan seluruh umat manusia.

Karena itu, konsentrasi Negara Khilafah dan umat Islam adalah bagaimana mengemban Islam ke seluruh dunia untuk membebaskan umat manusia dari kegelapan Kapitalisme, Sosialisme atau isme-isme lain, hingga mereka bisa merasakan indahnya hidup dalam naungan Islam. Itulah fokus dan konsentrasi kaum Muslim. Olahraga dibutuhkan hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar bisa mengemban risalah yang mulia itu. Olahraga bukan menjadi profesi, tujuan, dan orientasi hidup umat Islam.

Dengan begitu, Negara Khilafah tidak akan mengorganisasi olahraga dan melombakannya, termasuk membentuk badan-badan khusus yang menangani cabang olahraga untuk diperlombakan, baik di level lokal, nasional, regional hingga inter-nasional. Sebab, semuanya ini termasuk kategori permainan terorganisasi (lahw[un] munadz-dzam[un]) yang nyata memalingkan umat dari visi, misi, tujuan dan orientasi hidupnya sebagai umat pengemban risalah.

Meski demikian, tidak berarti negara tidak akan membangun fasilitas olahraga. Fasilitas olahraga, sebagai sarana untuk berolahraga, seperti lapangan, kolam renang, arena panah, arena pacuan kuda, dan sebagainya tetap akan dibangun oleh Negara Khilafah. Bedanya, semuanya itu didedikasikan sebagai bentuk pelayanan publik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran rakyat dalam rangka mengemban risalah, dengan dakwah dan jihad. Dengan maksud itulah, maka Khalifah al-Amin, pengganti Harun ar-Ra-syid, dari Khilafah ‘Abbasiyah, pernah membangun lapangan sepak bola. Bukan untuk yang lain. Wallahu a’lam

About frmui

FRM UI merupakan unit pelaksana kegiatan DKM Masjid UI yang dilaksanakan oleh mahasiswa UI. FRM UI memiliki tagline perjuangan, yaitu "Bersama Membangun Kehidupan Islam". Semoga Allah merahmati para pejuang yang menolong agama-Nya dan bersusah payah berjuang demi penegakan kalimatul haq di bumi ini.

Posted on April 9, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Lagipula, saat ini, bidang olahraga mana yang tidak terlepas dari pemasaran produk dkk, yang sebenarnya bermain yang memiliki “duit” dan menginginkan keuntungan, atlet dan permainan hanya hiasan saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: